Object-Based Learning sebagai Strategi Penguatan Deep Thinking dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.33487/mgr.v7i1.218Keywords:
Object-Based Learning, deep thinking, Bahasa Indonesia, objek nyataAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Object-Based Learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan menganalisis kontribusinya terhadap deep thinking siswa kelas V SDN 132 Malele, Enrekang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih konkret, kontekstual, dan reflektif, terutama dalam kegiatan mengamati, mendeskripsikan, bertanya, berdiskusi, menulis laporan pengamatan, dan mempresentasikan gagasan. Penelitian menggunakan desain mixed methods sederhana dengan model convergent parallel design. Partisipan penelitian terdiri atas 27 siswa kelas V, satu guru kelas, dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, rubrik deep thinking, wawancara, dokumentasi, catatan lapangan, hasil kerja siswa, dan tes uraian sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Object-Based Learning dapat mendorong keterlibatan siswa dalam eksplorasi objek nyata, memperkaya kosakata deskriptif, meningkatkan kemampuan observasi detail, memunculkan pertanyaan bermakna, serta membantu siswa menyampaikan alasan berbasis bukti. Selain itu, penggunaan objek lokal membantu siswa menghubungkan materi Bahasa Indonesia dengan pengalaman sehari-hari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Object-Based Learning merupakan strategi pembelajaran yang relevan untuk mendukung deep thinking siswa sekolah dasar melalui pengalaman konkret, multisensori, dialogis, dan reflektif.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ismail Ismail, Muh. Idham Haliq, Rahmat Rahmat, Ilham Assidiq

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
