Empathy Value Internalization Through the Storytelling Method in Early Childhood at Al-Azhar Kindergarten, Muaro Tebo, Jambi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam proses internalisasi nilai empati pada anak usia dini melalui penerapan metode storytelling di TK Al-Azhar Muaro Tebo, Jambi. Latar belakang penelitian ini berakar dari fenomena degradasi moral dan memudarnya kepekaan sosial pada anak-anak di era digital, yang ditandai dengan kecenderungan egosentrisme yang tinggi dan minimnya respons prososial terhadap lingkungan sekitar. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis, penelitian ini mengeksplorasi strategi guru, respons anak, serta faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi metode berkisah. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terstruktur selama tiga bulan, wawancara mendalam terhadap kepala sekolah dan empat guru kelas, serta dokumentasi portofolio perkembangan sosial-emosional anak. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai empati melalui storytelling di TK Al-Azhar dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan utama: fase transformasi nilai (pengenalan karakter cerita), fase transaksi nilai (diskusi interaktif dan refleksi moral), dan fase transinternalisasi nilai (aktualisasi perilaku empati dalam interaksi harian). Media visual berupa boneka tangan dan buku cerita bergambar terbukti meningkatkan atensi dan keterlibatan emosional anak. Perubahan signifikan terlihat pada peningkatan aspek kognitif empati (kemampuan mengenali emosi orang lain) dan aspek afektif empati (menunjukkan kepedulian dan tindakan menolong). Faktor pendukung utama meliputi kompetensi pedagogik guru dalam memodulasi suara dan kreativitas memodifikasi alur cerita, serta dukungan sarana prasarana sekolah. Hambatan yang ditemukan berupa inkonsistensi pola asuh di rumah yang cenderung permisif dan paparan gawai yang berlebihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode storytelling yang integratif, kontekstual, dan reflektif efektif membangun kecerdasan moral dan empati anak sejak dini.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Hertati Hertati, Fiqi Nurmanda Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

