Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Sikap Spiritual Siswa di MIS Al-Wasliyah Pantai Labu
DOI:
https://doi.org/10.33487/mgr.v4i2.453Keywords:
Guru PAI, sikap spiritual, pembiasaan religius, keteladanan guru, madrasah ibtidaiyahAbstract
Sikap spiritual pada jenjang madrasah ibtidaiyah tidak hanya dibentuk melalui penguasaan pengetahuan agama, tetapi juga melalui keteladanan, pembiasaan, pengalaman beribadah, dan ruang partisipasi yang bermakna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan strategi yang digunakan dalam menanamkan sikap spiritual siswa di MIS Al-Wasliyah Pantai Labu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh pada 24 Juni 2023 melalui observasi dan wawancara dengan seorang guru PAI yang telah mengajar lebih dari lima tahun. Temuan menunjukkan bahwa peran guru diwujudkan melalui pemberian arahan, nasihat, motivasi, bimbingan, dan keteladanan. Penguatan sikap spiritual juga didukung oleh pembiasaan membaca surah Al-Qur'an setiap hari, pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) setiap Jumat, serta kegiatan pidato atau ceramah keagamaan secara bergilir. Praktik tersebut menyediakan pengalaman religius yang berulang sekaligus memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan pemahaman keagamaan. Namun, penelitian ini belum mengukur perubahan sikap spiritual siswa secara langsung dan hanya menggunakan satu informan, sehingga temuan dipahami sebagai gambaran kontekstual mengenai praktik guru. Hasil penelitian menegaskan pentingnya integrasi antara keteladanan, pembiasaan, dan partisipasi aktif dalam pendidikan spiritual di madrasah.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arlina Arlina, Nur Fauziah Harahap, Siti Saydariyah Hasibuan, Nur Risma Sari, Leli Suharti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
