Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Akidah Akhlak: Pengembangan Empati Siswa Kelas V MIN 2 Enrekang
DOI:
https://doi.org/10.33487/mgr.v5i2.407Keywords:
Akidah Akhlak, empati siswa, Kurikulum Berbasis Cinta, Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan KarakterAbstract
Pengembangan empati merupakan bagian penting dalam pembentukan akhlak siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan empati siswa melalui integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam pembelajaran Akidah Akhlak kelas V MIN 2 Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas V. Intervensi pembelajaran mengintegrasikan nilai kasih sayang, kepedulian, penghargaan, pengambilan perspektif, kerja sama, keteladanan, dan refleksi moral. Data dikumpulkan menggunakan skala empati dan lembar observasi, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, paired-samples t-test, dan ukuran efek. Berdasarkan data draf, rata-rata skor empati meningkat dari 61,32 pada pretest menjadi 68,86 pada posttest. Pengujian menunjukkan perbedaan yang signifikan, t(21) = 6,59, p < 0,001, dengan ukuran efek besar (Cohen’s dz = 1,41). Sebanyak 86,4% siswa menunjukkan peningkatan skor empati. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Kurikulum Berbasis Cinta berpotensi menjadi pendekatan pedagogis yang menghubungkan pengetahuan keagamaan dengan perkembangan sosial-emosional siswa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tini Tini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
