Analysis of the Use of Language in the Nyadran Ritual in Pringu Village

Authors

  • Nabila Dwi Zanuba Universitas Muhammadiyah Enrekang, Indonesia
  • Usrin Malikha Al-Qolam University Malang

Keywords:

Language Use, Nyadran Ritual, Javanese Language, Local Culture, Pringu Village.

Abstract

Ritual Nyadran merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Jawa yang masih dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pelaksanaannya, bahasa memiliki peran penting sebagai media penyampaian doa, harapan, nilai-nilai budaya, serta identitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa dalam ritual Nyadran di Desa Pringu, meliputi ragam bahasa, fungsi bahasa, dan makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Nyadran di Desa Pringu menggunakan bahasa Jawa ragam krama, madya, dan ngoko sesuai dengan situasi komunikasi dan hubungan antarpeserta. Selain itu, ditemukan penggunaan ungkapan-ungkapan tradisional yang mengandung makna religius, sosial, dan budaya. Bahasa dalam ritual Nyadran tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pelestarian tradisi, pembentukan identitas budaya, serta pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, penggunaan bahasa dalam ritual Nyadran memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

03.08.2026

How to Cite

Nabila Dwi Zanuba, & Usrin Malikha. (2026). Analysis of the Use of Language in the Nyadran Ritual in Pringu Village. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 10(2), 716–729. Retrieved from https://jurnal2.unimen.cloud/index.php/edumaspul/article/view/377