Representation of Deep Learning Values in the Film "1 Brother, 7 Nephews": A Critical Discourse Analysis Approach

Authors

  • Muhammad Anwar Universitas Al-Qolam Malang
  • Akhmad Universitas Al-Qolam Malang

Keywords:

Critical Discourse Analysis, Sara Mills, deep learning, 1 Kakak 7 Ponakan, Informal Education

Abstract

Film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang merepresentasikan nilai-nilai kehidupan. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi deep learning yang meliputi meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning dalam film 1 Kakak 7 Ponakan menggunakan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis terhadap adegan dan dialog yang mengandung nilai deep learning. Analisis difokuskan pada posisi subjek, objek, dan penonton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Moko sebagai subjek didikan merepresentasikan nilai deep learning melalui keteladanan, tanggung jawab, dan pengorbanan, sedangkan keponakan-keponakannya sebagai objek didikan menunjukkan proses internalisasi nilai melalui kesadaran, refleksi, rasa syukur, dan perubahan sikap. Posisi penonton diarahkan untuk menginternalisasi praktik pendidikan informal dalam keluarga melalui pengalaman emosional yang dibangun dalam film. Nilai-nilai tersebut mendukung berkembangnya dimensi kompetensi dalam implementasi deep learning di Indonesia, seperti penalaran kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian. Penelitian ini menunjukkan bahwa film 1 Kakak 7 Ponakan merupakan media edukasi yang efektif dalam merepresentasikan pembelajaran bermakna, penuh kesadaran, dan menyenangkan.

Abstract

Film functions not only as entertainment but also as an educational medium that represents meaningful values. This study aims to analyze the representation of deep learning—meaningful learning, mindful learning, and joyful learning—in the film 1 Kakak 7 Ponakan using Sara Mills' Critical Discourse Analysis (CDA). This qualitative study employed a critical discourse analysis approach to examine scenes and dialogues containing deep learning values. The analysis focused on the positions of the subject, object, and audience. The findings reveal that Moko, as the educational subject, represents deep learning through responsibility, exemplary behavior, and sacrifice, while his nieces and nephews, as the educational objects, internalize these values through self-awareness, reflection, gratitude, and behavioral change. The audience is positioned to internalize informal family education through the emotional experiences portrayed in the film. These values support the development of competency dimensions within the implementation of Deep Learning in Indonesia, including critical reasoning, communication, collaboration, and independence. This study concludes that 1 Kakak 7 Ponakan serves as an effective educational medium in representing meaningful, mindful, and joyful learning.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

20.07.2026

How to Cite

Muhammad Anwar, & Akhmad. (2026). Representation of Deep Learning Values in the Film "1 Brother, 7 Nephews": A Critical Discourse Analysis Approach. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 10(2), 665–677. Retrieved from https://jurnal2.unimen.cloud/index.php/edumaspul/article/view/352