The Malay Diplomatic Register in Correspondence: The Case Study of Bilateral Relations between Indonesia and Brunei
Abstract
Penelitian ini mengkaji keberadaan register diplomatik Melayu dalam korespondensi resmi antara Indonesia dan Brunei Darussalam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis dokumen terhadap 27 set Nota Orang Pertama (1996-2008), penelitian ini mengidentifikasi karakteristik leksikal, pronominal, dan sintaktis yang membedakan register diplomatik dari variasi Melayu umum. Temuan menunjukkan bahwa register diplomatik Melayu dicirikan oleh penggunaan strategis Bahasa Dalam—register kerajaan Brunei—yang mencakup sistem honorifik hierarkis dan pilihan pronomina personal yang dikalibrasi sesuai status penerima. Namun, terdapat kesalahan aplikasi istilah eksklusif kerajaan seperti berkenan kepada pejabat non-kerajaan, yang berpotensi menimbulkan kesan negatif dan mengurangi efektivitas komunikasi. Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa kompetensi register memerlukan pemahaman pragmatis yang mendalam, bukan sekadar penguasaan kosakata. Implikasi praktis mencakup pengembangan modul pelatihan diplomatik yang menekankan sosialisasi register dan kontribusi terhadap standarisasi terminologi bagi Dewan Bahasa Brunei-Indonesia-Malaysia. Penelitian ini memberikan landasan empiris untuk memperkuat hubungan bilateral melalui komunikasi linguistik yang tepat dan budaya yang saling menghormati.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Efri Yoni, Mezia Kemala Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

