Local-Culture-Based Learning in Developing Tolerance Attitudes of Early Childhood

Authors

  • Darsini UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Husin UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Abstract

Penanaman sikap toleransi sejak usia dini menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis budaya lokal dalam mengembangkan sikap toleransi anak usia dini serta mengidentifikasi capaian dan kendalanya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan rancangan studi kasus pada sebuah taman kanak-kanak di Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Muara Bungo, Provinsi Jambi. Data dikumpulkan melalui angket tertutup berskala Likert lima tingkat yang terdiri atas 40 butir dan mencakup lima dimensi, diisi oleh enam informan kunci (empat guru kelas, satu kepala sekolah, dan satu orang tua). Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif berupa skor rata-rata dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berbasis budaya lokal berada pada kategori baik dengan skor rata-rata keseluruhan 3,88. Dimensi capaian sikap toleransi anak memperoleh skor tertinggi (4,33; sangat baik), sedangkan dimensi metode dan media pembelajaran memperoleh skor terendah (3,42). Temuan utama memperlihatkan bahwa keteladanan guru dan pembiasaan sosial lebih dominan dibanding penggunaan media kebudayaan yang terstruktur, serta minimnya pelatihan guru menjadi kendala paling menonjol. Penelitian ini merekomendasikan penguatan media budaya lokal, pelatihan guru, dan kemitraan dengan orang tua agar penanaman toleransi berlangsung lebih sistematis.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

15.06.2026

How to Cite

Darsini, & Husin. (2026). Local-Culture-Based Learning in Developing Tolerance Attitudes of Early Childhood. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 10(2), 294–304. Retrieved from https://jurnal2.unimen.cloud/index.php/edumaspul/article/view/182