Strategy for Internalizing Religious Moderation Values and Strengthening Generation Z Character in Islamic Religious Education: A Case Study at Muhammadiyah Boarding School (MBS) Enrekang

Authors

  • Achmad Dahlan Muchtar Universitas Muhammadiyah Enrekang, Indonesia
  • Aisyah Suryani Universitas Muhammadiyah Enrekang
  • Elihami Universitas Muhammadiyah Enrekang

DOI:

https://doi.org/10.33487/almirah.v8i2.437

Abstract

Tantangan era disrupsi digital dan menguatnya polarisasi narasi keagamaan di media sosial menuntut reorientasi praksis pendidikan Islam dalam membentengi santri Generasi Z dari pemahaman biner dan eksklusivisme. Pesantren modern memiliki posisi strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam Wasathiyyah melalui ekosistem asrama 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dan penguatan karakter santri Generasi Z dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin di Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Enrekang, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus terpancang (embedded case study). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap pimpinan pesantren, guru PAI/asatidz, pembina asrama (musyrif), dan santri Generasi Z, observasi partisipatif pada interaksi kelas formal dan dinamika asrama, serta analisis dokumentasi kurikulum pesantren dan portofolio proyek santri. Analisis data menerapkan model kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan menurut Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian mengungkap bahwa MBS Enrekang berhasil menginternalisasikan nilai moderasi beragama melalui 'Model Integrasi Tri-Pilar Pesantren Berkemajuan': (1) Pilar Intrakurikuler melalui diferensiasi modul ajar PAI berbasis Case-Based Learning (CBL) dan komparasi fikih mazhab yang santun; (2) Pilar Kokurikuler melalui proyek P5-PPRA yang memadukan moderasi beragama dengan kearifan lokal masyarakat Massenrempulu (prinsip Tobana dan Sipakatau); serta (3) Pilar Ekstrakurikuler dan Habituasi Asrama 24 Jam melalui kepanduan Hizbul Wathan, Tapak Suci, muhadhoroh tiga bahasa, dan gerakan dakwah digital santun melalui Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Sinergi ini secara empiris membentuk karakter wasathiyyah santri yang kokoh dalam prinsip tauhid, menjunjung tinggi toleransi (tasamuh), berkeadaban (ta'addub), dan memiliki komitmen kebangsaan (muwatanah) yang tinggi.

Downloads

Published

2026-08-28